Mengganas, Lahar Dingin Kali Opak Bawa Batu Sebesar Minibus

Posted: January 4, 2011 in Berita Dalam Negeri, Sosial

Batu-batu sebesar minibus menghantam wilayah sekitar Kali (sungai) Opak. Dua jembatan putus dan tertimbun material vulkanik Gunung Merapi. Empat rumah tenggelam dan Kantor Polisi Sektor Cangkringan, Sleman, tertimbun dua meter. Amukan lahar dingin Kali Opak terjadi pada Senin (3/1) malam.

“Ini hujan tidak sampai setengah jam sudah bisa membawa banjir dan menghanyutkan batu-batu besar, bayangkan kalau hujan lebat terjadi lebih lama,” kata Sukamto, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, saat berada di atas jembatan Panggung, Argomulyo, Cangkringan, Selasa (4/1).

Batu besar dan pasir masuk menghantam kantor Kepolisian Sektor Cangkringan. Akibatnya barang-barang milik kepolisian tertimbun hingga 2 meter. Saat dimasuki, material vulkanik itu terlihat menumpuk di semua ruangan. Untungnya tidak ada tahanan yang berada di ruang tahanan karena memang sudah diungsikan dan dititipkan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta saat terjadi erupsi Merapi.

Warga yang berada di dusun Pangunggung, Argomulyo, Cangkringan, yang tinggal di dekat Kali Opak harus diungsikan. Sedikitnya ada 500 kepala keluarga yang harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Saat ini, kata Sukamto, alur Kali Opak sudah melebar ke kanan-kiri sungai. Ratusan hektare lahan pertanian dan lahan perikanan terancam tersapu lahar dingin. Di jarak sekitar 30 meter dari kantor polisi Sektor Cangkringan terdapat Puskesmas yang juga terancam lahar dingin.

Di sekitar kantor polisi tersebut tampak batu-batu besar, sebesar dua kali gajah besar berada di depan kantor. Tanah, pasir dan batu menumpuk di halaman kantor polisi yang saat terjadi lahar dingin Kali Opak sempat dijadikan Posko pemantauan Kali Opak.

“Kalau sudah seperti ini, kantor polisi sudah tertimbun, mau tidak mau harus dipindah,” kata Sukamto.

Banjir lahar dingin di Kali Opak ini terjadi sudah keempat kalinya. Namun banjir terakhir lah yang paling besar. Sebelumnya, selama 100 tahun lahar dingin Merapi tidak pernah mengalir di Kali Opak. Namun, pasca erupsi 2010, Kali Opak membuat alur baru, sehingga banjir lahar dingin melanda wilayah sekitar. Bahkan di jarak 14 kilometer pun terjadi banjir lahar dingin berupa pasir, kerikil dan batu-batu ukuran raksasa. Tak hanya material vulkanik yang terhanyut. Namun, material tanah yang tergerus aliran air pun terbawa ke hilir. Bahkan beton fondasi jembatan seukuran dua kali gajah besar yang berada di Salam, Wukirsari, Cangkringan terbawa sekitar 2 kilometer.

Salah satu warga Panggung yang harus mengungsi adalah Sucimurni, 37 tahun. Ia dan keluarga setiap hujan mengguyur puncak Merapi harus mengungsi. Sebanyak 500 kepala keluarga di sekitar Kali Opak memang siaga mengungsi. Sebab ancaman lahar dingin Kali Opak sangat dahsyat.

“Yang penting kami selamat meski harus mengungsi,” kata Suci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s